Pada sesi materi, Muhammad Said, S.T., selaku
narasumber pertama sekaligus alumni Teknik Informatika UIN Sunan Kalijaga
menyampaikan kiat-kiat menjadi sarjana yang sukses. “Intinya menjadi sarjana
sukses dimulai sejak kita masih menjadi mahasiswa. Indikasinya dilihat dari
apakah menguasai bidang studi-nya, waktu lulus, dan masa tunggu mendapat pekerjaan.
Untuk meraihnya kita perlu tatap masa depan
anda (impian), cintailah bidang studi anda, rajin dan disiplin
dalam belajar (manajemen waktu), dokumentasi catatan kuliah,
kuasai kompetensi inti dan penguatan, kembangkan
softskill (ekstra-kurikuler), kembangkan persaingan yang sehat, serta perluas
networking” papar beliau.
Pada sesi selanjutnya, Hafidz Nasrullah,
penyaji kedua sekaligus mewakili alumni Teknik Industri UIN Sunan Kalijaga
menyampaikan materi mengenai kewirausahaan. “Entrepreneur sejati menambah nilai
dari suatu barang dari suatu yang tidak berharga menjadi berharga/bernilai
dengan melakukan inovasi produk, pemasaran, dan proses. Seseorang yang
mempunyai kemampuan melihat dan menilai peluang, me-manage sumber daya yang
dibutuhkan serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan sukses secara
berkelanjutan disebut wirausahawan”, jelas beliau.
Beliau juga menjelaskan beberapa kita
menumbuhkan mental wirausaha, antara lain melalui komitmen pribadi. “Jiwa
wirausaha ditandai dengan adanya komitmen pribadi untuk dapat mandiri, mencapai
sesuatu yang diinginkan, menghindari ketergantungan pada orang lain, agar lebih
produktif dan untuk memaksimalkan potensi diri. Anda dapat memprogram ulang
diri anda untuk sukses melalui deklarasi tertulis, bahwa pikiran perasaan,
ucapan dan tindakan anda akan selalu diperbaiki ke arah yang lebih baik, buat 1
deklarasi setiap hari selama 1 bulan”, jelas baliau.
Sesi terakhir disampaikan oleh Bapak
Berkah Wijaksono, S.E. dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Beliau
menjelaskan mengenai pentingnya sertifikasi kompetensi untuk memenuhi tuntutan
global dunia kerja saat ini. “Sertifikasi kompetensi kerja adalah proses
pemberian sertifikasi kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif
melalui uji kompetensi yang mengacu kepada standar kompetensi kerja nasional
Indonesia/dan atau internasional. Sertifikasi kompetensi berkaitan
dengan kompetensi terkini dari pada pencapaian masa lalu. Harus
diingat bahwa lembaga yang dapat menentukan sesorang bekerja atau tidak adalah
industri. Badan Nasional Sertifikasi Profesi dan Lembaga
Sertifikasi Profesi dalam posisi membantu industri untuk meyakinkan pihak
pelanggannya bahwa mereka menggunakan tenaga kompeten. Industri juga
mungkin menggunakan sistem sertifikasi lainnya dalam beroperasi”, jelas beliau.
Acara yang diikuti oleh 200 lebih alumni
Fakultas Sains dan Teknologi ini berlangsung serius tapi terkesan santai.
Peserta juga menanyakan hal-hal yang terkait dengan lika-liku dunia kerja, baik
sebagai akademisi, praktisi, maupun entreprener. Beberapa pertanyaan pun
dilontarkan oleh para mahasiswa dan dijawab dengan sangat baik oleh para
narasumber.
Acara ini ditutup dengan penyerahan doorprize
untuk beberapa peserta yang beruntung serta penyerahan akte notaris pendirian
IKASUKA SAINTEK UIN Sunan Kalijaga. Di akhir acara, panitia dan pengurus
IKASUKA SAINTEK UIN Sunan Kalijaga mengucapakan terima kasih yang
sebesar-besarnya atas materi, wawasan, dan motivasi yang disampaikan oleh
pemateri. Mudah-mudahan acara ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk yang lebih
nyata. (Panitia)
0 comments:
Post a Comment